Perbaikan Perizinan Berusaha, Apindo Nantikan Realisasi PP No 28/2025

3 weeks ago 8
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Perbaikan Perizinan Berusaha, Apindo Nantikan Realisasi PP No 28/2025 Petugas Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu melayani warga yang akan membuat Nomor Induk Berusaha (NIB) saat pelayanan jemput bola di Jalan Nilem, Bandung, Jawa Barat.(ANTARA/Raisan Al Farisi)

Masalah rumitnya perizinan masih menjadi tantangan bagi dunia usaha. Terkait hal itu, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menanti realisasi Peraturan Pemerintah (PP) No 28/2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.

PP No 28/2025 yang diterbitkan pertengahan tahun ini bertujuan menciptakan ekosistem yang mempermudah perizinan usaha.

Ketua Umum Bidang Perdagangan Apindo Anne Patricia Sutanto menyebut pihaknya sudah menyampaikan perihal persoalan perizinan usaha ini kepada pemerintah. Ia mengatakan saat ini perbaikan tengah dilakukan.

"Sedang diperbaiki (perizinan usaha). Maret 2025 lalu kami sudah sampaikan ke pemerintah. Saat ini kita menunggu realisasinya," katanya, Kamis (13/11).

"Peraturan sudah ada PP No 28/2025 di Juni 2025 dan juga Permen LH terbaru mengenai UKL-UPL (Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup). Kita lagi mereviu sampai akhir tahun pelaksanaan di lapangan," imbuhnya.

Ia mencontohkan banyaknya regulasi perizinan berdasarkan studi kasus industri tekstil dan produk tekstil (TPT) dan alas kaki. Dampaknya antara lain tambahan birokrasi, waktu, biaya.

Terkait perizinan lingkungan dan pengelolaan limbah, Anne mencontohkan soal Amdal, UKL–UPL, dalam PP No 22/2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Dalam hal masalah yang dihadapi industri antara lain proses panjang, biaya tinggi, dan tumpang tindih antara pusat–daerah. Karena itu, katanya, perlu percepatan implementasi desentralisasi kewenangan sebagaimana diatur dalam Permen LHK 22/2025, agar persetujuan lingkungan untuk industri berisiko rendah dapat diproses langsung di daerah secara efisien.

Contoh lain terkait bangunan dan lalu lintas. Dunia usaha menyoroti soal Sertifikat Laik Fungsi (SLF) Bangunan yang diatur Permen PUPR No 3/2020. Masalah yang dihadapi industri antara lain proses verifikasi lapangan yang cukup lama dan memerlukan jasa konsultan eksternal.

Untuk itu dunia usaha mengusulkan adanya debirokratisasi yakni penyederhanaan dan self-assessment untuk bangunan industri berisiko rendah.

"Beberapa sudah ada PP untuk simplifikasi. Kami sedang kaji pelaksanaannya di lapangan," ujar Anne.

Menurutnya, setidaknya ada tiga poin kunci yang menjadi terobosan dalam PP No 28/2025. Pertama, kepastian Service Level Agreement (SLA) dalam proses penerbitan perizinan berusaha. Dalam hal ini terdapat pemberian tenggat waktu di setiap tahapan penerbitan perizinan berusaha.

Kedua, penerapan kebijakan fiktif-positif yang diimplementasikan secara bertahap dalam proses penerbitan perizinan berusaha berbasis risiko. Jika respons yang disampaikan melewati tenggat waktu layanan (SLA), secara otomatis sistem akan melanjutkan proses ke tahapan berikutnya.

Ketiga, pemerintah juga memberikan perhatian khusus pada pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) melalui penyederhanaan proses berbasis pernyataan mandiri di Online Single Submission (OSS).

Sebelumnya, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Todotua Pasaribu mengungkapkan, sebesar Rp1.500 triliun potensi investasi di Indonesia mandek akibat ruwetnya proses perizinan usaha. Proses bisnis di Indonesia masih tergolong lama, dengan rata-rata memakan waktu dua sampai lima tahun. 

Menurutnya, banyak perusahaan sudah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), namun belum melaporkan realisasi investasinya. Hal ini disampaikan Wamen Investasi dalam Forum Investasi Nasional 2025 secara daring, Kamis (13/11).

"Pada saat saya cek data realisasi Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) 2022–2024, ada potensi investasi yang belum terealisasi sekitar Rp1.500 triliun. Mereka punya NIB, tapi setelah dicek, belum ada pergerakan apa pun," ungkap Todotua. (Ifa/E-1)

Read Entire Article